JM Hot News - шаблон joomla Окна

Kampanye Negatif, Tidak Etis Tapi Buat Rakyat Kritis

Kampanye Negatif, Tidak Etis Tapi Buat Rakyat Kritis.

MENDEKATI hari H pencoblosan 15 Februari 2017, dinamika Pilkada di beberapa daerah cenderung memanas. Serangan kampanye negatif (negatif campaign), bahkan kampanye hitam (black campaign), mulai terang-terangan dimunculkan untuk mempengaruhi pemilih dan memberi citra buruk bagi lawan politiknya..

MENDEKATI hari H pencoblosan 15 Februari 2017, dinamika Pilkada di beberapa daerah cenderung memanas. Serangan kampanye negatif (negatif campaign), bahkan kampanye hitam (black campaign), mulai terang-terangan dimunculkan untuk mempengaruhi pemilih dan memberi citra buruk bagi lawan politiknya.

Memang, isitilah negatif dan black campaign sering digunakan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemilihan untuk mendapatkan suatu jabatan yang bersifat politis. Misalnya persaingan antara kandidat untuk jabatan presiden, gubernur, rektor, bupati/walikota, bahkan kepala desa.

Perbedaan negative dan black campaign.

Dalam buku Encyclopedia of Political Communication, Lynda Lee Kaid (2008) negatif campaign dilakukan dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan lawan politik yang mengandung fakta dan kebenaran, dengan cara mana kandidat pesaing menampilkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya untuk mengungguli lawan politiknya. Artinya, seorang kandidat dalam kampanyenya secara terang benderang menyerang lawan politiknya dengan mengemukakan aspek negatif, hal-hal yang merugikan citra lawan tapi mengandung kebenaran dan fakta.

Sedangkan black campaign, adalah kampanye yang dilakukan oleh seorang calon atau sekelompok orang atau partai politik atau pendukung seorang calon untuk menyerang lawan politik dengan meniupkan isu bohong, menghina, memfitnah, mengadu domba dan menghasut. Infromasi yang dihembuskan lebih banyak bohongnya daripada benarnya.

Biasanya black campaign dilakukan secara terang-terangan melalui iklan yang sifatnya menyerang kelemahan lawan, juga dilakukan dalam bentuk sebaran desas-desus, sms, e-mail, media sosial baik dalam bentuk tulisan maupun gambar atau foto hasil rekasaya atau bahasa kekiniannya adalah berita hoax.

Contoh kegiatan yang dikategorikan negatif campaign misalnya dalam debat pilkada DKI kemarin, saat membahas masalah normalisasi bantaran sungai Anis Baswedan menyerang petahana Ahok “dulu janji akan membangun kampung deret, kok sekarang malah digusur”. Di Pilgub Jambi 2015, tim HBA juga sering mengangkat isu ketidakberhasilan Zumi Zola dalam membangun Kabupaten Tanjabtim dengan memposting foto-foto jalan dan jembatan yang rusak. Di Pilkada Kabupaten Sarolangun, tim sukses petahana membuat sindiran ke lawan politik dengan poster “pilih pemimpin yang bersih, yang tidak pernah korupsi”.

Dalam kampanye, “3 Ta” (harta, tahta dan wanita) memang kerap dijadikan senjata untuk menghembuskan negatif/black campaign terhadap lawan politiknya. Harta biasanya diisukan dalam bentuk korupsi, wanita dalam bentuk istri simpanan atau perselingkuhan, dan tahta dinilai sebagai sikap dinasti politik.

Di Provinsi Jambi, yang paling hot adalah pilkada Kabupaten Tebo dimana sang petahana digoyang isu dinasti politik yang rawan praktek korupsi dan perselingkuhan. Tentunya setelah penulis jelaskan perbedaan negatif dan black campaign di atas, masyarakat bisa lebih cerdas, isu yang menerpa sang petahana termasuk kampanye yang mana?

Bagaimana para kandidat menyikapi negatif/black campaign

Bila isu yang menerpa adalah adalah black campaign (fitnah, hinaan dan hasutan) maka perlu dilihat apakah isu tersebut sedemikian hebat sampai mengganggu elektabilitas kandidat? Bila iya, maka perlu segera mengklarifikasi dengan bukti yang kuat. Jangan membalas fitnah dengan fitnah, tapi balaslah dengan kebaikan.
Isu tersebut justru bisa digunakan untuk menarik simpati masyarakat seperti yang dilakukan SBY (bapak pencitraan Indonesia) pada pilpres 2004. Dengan klarifikasi yang tepat, Isu tersebut bisa menaikkan citra calon sebagai kandidat yang santun & beretika yang sedang terzolimi, dan rakyat akan lebih berempati.

Bila isu yang menerpa adalah negatif campaign (kelemahan calon yang mengandung fakta dan kebenaran), maka calon tersebut harus memberikan penjelasan secara gamblang yang bisa diterima oleh masyarakat. Misalnya masalah rusaknya infrastuktur jalan, bila yang rusak adalah jalan provinsi/nasional didaerahnya, maka calon juga harus menjelaskan bahwa itu bukan sepenuhnya tanggung jawab calon sebagai petahana. Bila isu yang menerpa adalah nepotisme atau banyaknya keluarga yang menjadi pejabat, maka bisa dijelaskan bahwa penempatan tersebut sudah dilakukan melalui mekanisme yang benar (merit system) dsb.

Lantas bagaimana khalayak harus merespon adanya negative dan black campaign?

Para kandidat pasti akan kebakaran jenggot dengan kampanye semacam itu, namun penulis mempunyai perspektif sebaliknya. Penulis sepakat dengan pandangan budayawan Franz Magnis Suseno bahwa “pembongkaran rekam jejak calon pemimpin bukanlah kampanye negatif, melainkan justru mendidik rakyat untuk memilih secara benar”.

Bila kita ibaratkan kandidat yang sedang berkampanye seperti Donjuan yang sedang pendekatan terhadap pujaannya, maka yang ditampakkan adalah sifat atau perilaku yang baik-baiknya saja. Justru dengan adanya negative campagin yang di lontarkan oleh lawan-lawan politiknya, merupakan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, sehingga masyarakat tidak mudah terbuai oleh janji-janji manis calon dan mengetahui trackrecord, kwalitas dan karakter calon yang akan dipilihnya nanti.

Amerika sebagai kiblat negara demokrasi, negatif campaign sangat lumrah digunakan. Bila anda memonitor model kapanye Hillary Clinton dan Donald Trump kemarin, pasti mengerti maksud penulis. Di Indonesia kampanye negatif dianggap kurang etis namun seiring perkembangan teknologi informasi, gaya cowboy Amerika mulai ditiru para kandidat.

Sekali lagi penulis mengingatkan bahwa black campaign adalah kampanye yang berisi fitnah, hinaan, menghasut dan itu melanggar Undang-undang. Sedangkan negatif campaign, kampanye berisi kelemahan negatif lawan tapi mengandung kebenaran dan fakta. Masyarakat harus kritis dan cerdas untuk bisa membedakannya.

Apakah kampanye negatif efektif mempengaruhi pemilih ?

Penulis melihat ada dampaknya tapi tidak signifikan, karena biasanya pilihan masyarakat sudah ada sebelum kampanye dilakukan, kecuali swing voters dan pemilih cerdas di perkotaan. Penulis masih meyakini bahwa pilihan terhadap kandidat masih sangat dipengaruhi oleh faktor figur, keterikatan keluarga, persahabatan, organisasi/kelompok atau karena ada transaksi berupa janji-janji jika ia terpilih.

*Penulis adalah Dosen Fisipol Unja

 

Sumber : http://metrojambi.com/read/2017/01/21/17776/kampanye-negatif-tidak-etis-tapi-buat-rakyat-kritis

 

Berita


Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DjTabsHelper::addThemeCSS() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/modules/mod_djtabs/mod_djtabs.php on line 53
loading...

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DJTabsModelTabs::cleanText() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/components/com_djtabs/models/tabs.php on line 192

Strict Standards: Non-static method DjTabsHelper::addThemeCSS() should not be called statically in /home/fisipolunjaacid/public_html/web/modules/mod_djtabs/mod_djtabs.php on line 53
loading...