KULIAH UMUM BERSAMA JARINGAN PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK RAKYAT (JPPR)

Mendalo- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi menggelar kuliah umum bersama Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) dengan tema “Sadar Demokrasi Mewujudkan Pemilu berkualitas”. Senin (13/04/2019). Acara ini dilaksanakan di Gedung Fisipol Lantai II dan menghadirkan Dekan bersama Wakil dekan III dan beberapa dosen Fisipol Unja  serta perwakilan JPPR sebagai pemateri. Acara ini diikuti oleh sejumlah Mahasiswa prodi Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan.

Kuliah umum yang diselenggrakan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) ini bertujuan untuk mengajak Mahasiswa dan Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik agar meningkatnya pemilu yang berkualitas dan kesadaran berdemokrasi. Kuliah umum ini berjalan kurang lebih 90 menit, kuliah umum ini lebih menarik lagi karena dihadiri oleh pengamat politik Provinsi Jambi Drs.H.Navarin Karim M.Si sekaligus dosen Ilmu politik yang menjadi pengisi materi.

Beliau mengatakan bahwa “Demokrasi di Indonesia adalah demokrasi lonjong karena yang diamanatkan oleh para leluhur kita yaitu musyawarah dan mufakat sedangkan yang terjadi saat ini adalah pemilihan langsung yaitu demokrasi yang tidak bulat karena yang terpilih tidak dikehendaki oleh seluruh masyarakat. Demokrasi dalam arti yang lebih luas lagi jika prinsip-prinsip demokrasi itu dilaksanakan yaitu pemilihan, kebebasan, HAM, serta adanya penegakan hukum ini merupakan prinsip umum beda lagi prinsip pemilu JUBERJURDIL (Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur Dan Adil) maka kita harus melaksanakan prinsip-prinsip ini agar demokrasi berjalan dengan baik.”

Kemudian pemateri selanjutnya Dori Efendi, P.Hd wakil JPPR Provinsi Jambi mengatakan bahwa “Yang terjadi saat ini di Indonesia adalah masyarakatnya pecah karena politik pada pemilu 2019, maka dalam hal politik kita harus mampu mengontol emosional dan meningkatkan kedewasaan diri terhadap konflik-konflik politik karena pihak oposisi dan pemerintah saat ini menginginkan kemenangan sehingga situasi semakin memanas, maka kita harus jujur terhadap diri sendiri sebab berbohong kepada diri sendiri akan menimbulkan kebohongan-kebohongan yang lain.”

“ money politik sangat berbahaya, saat ini memunculkan juga yang namanya donatur politik, Mungkin kalian belum paham bagaimana donator politik itu bermain. Sangat luar biasa, siapa pun yang akan mencalonkan pasti mereka akan dicari oleh Donatur-donatur tersebut kemudian dipolitisasi hal ini akan mengakibatkan keberpihakan dan menimbulkan pemburuh rupiah dan pemburu harta. Maka dari itu kita harus kritis dan tegas terhadap diri sendiri.” Tambahnya lagi.

HEDDIKA SIREGAR (RISPEN dan Tim Redaksi Fisipol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *