BEM FISIPOL UNJA Gelar NOBAR FILM Dokumenter “SEXY KILLER”

Mendalo- Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi menggelar nonton bareng (Nobar) dan diskusi film dokumenter Sexy Killers, Kamis malam (11/04/2019). Acara ini digelar di café bundaran Citra Raya City dan menghadirkan beberapa Dosen Fisipol Unja sebagai pemantik diskusi, Chollilah Suci Pratiwi, S.IP, MA. Moh. Arief Rakhman, S.IP.,M.I.Pol. Muhammad Yusuf, S.Sos., M.IP. Dan Hatta Abdi Muhammad, S.IP., M.IP.

Sexy Killers adalah film dokumenter yang berkisah tentang latar belakang hancurnya lahan masyarakat karena pengaruh investasi batu bara. Film berdurasi 90 menit tersebut menjadi penutup ekspedisi Indonesia biru yang sangat menarik, karena merangkum semua krisis sosial ekologi di banyak titik di Indonesia. Sekaligus banyak aspek, khususnya di sektor SDA yang jarang menjadi perbincangan publik. Film ini membuka tabir para calon pemimpin-pemimpin negeri sebagai aktor-aktornya.

Usai film selesai di putar, dilanjutkan dengan diskusi.“Berbicara soal sisi ekonomi politiknya tentu ini semua juga merupakan investasi dari pihak-pihak asing “ ungkap Chollilah Suci Pratiwi S.IP., MA.

Arief Rakhman S.IP.,M.I.Pol mengatakan bahwa “Film ini hanya merupakan salah satu contoh dari masalah-masalah pertambangan yang ada di Indonesia, maka hal ini menuntut bagaimana mahasiswa menyikapi hal tersebut.”.

Sementara itu, Nur Fauzi, ketua BEM Fisipol Unja menyebut “yang dapat kita ambil dari film ini agar tidak lagi hanya menuntut kepada pemerintah, tapi apa yang bisa kita lakukan khusunya bagi mahasiswa Fisipol, agar mahasiswa fisipol itu sendiri tidak mati suri dan acuh tak acuh pada isu-isu sosial karena mahasiswa Fisipol haruslah menjadi garda terdepan sebagai agen of control sosial”.

“Karena kebanyakan dari kita tahu bahwa itu salah, tapi mereka tidak mau mengkaji dan melihat hanya dari sudut pandang mereka saja. Dan ini penting bagi fisipol untuk menumbuhkan iklim-iklim akademisi seperti ini, karna mahasiswa fisipol selain di tuntut untuk pandai bicara dan menulis, juga apa yang kita buat itu berisi karna akan di dengar dan dibaca oleh orang banyak”, Tambahnya lagi.

MISDA MULYA (RISPEN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *